Seni Mencintai Tanpa Timbal Balik

 SENI MENCINTAI TANPA TIMBAL BALIK DALAM HILMY MILAN KARYA NADIA RISTIVANI OLEH IBNATY RANIAH MUYASSARA XI MIPA 9

A. Identitas Novel

  • Judul Novel: Hilmy Milan
  • Penulis Novel: Nadia Ristivani
  • Tebal Novel: 280 halaman
  • Penerbit: Bukune Kreatif Cipta
  • Tahun Terakhir Terbit: 2021
  • Cetakan: Cetakan pertama


B. Sinopsis

Ada dua orang remaja yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Remaja yang pertama bernama Milan, ia adalah anak perempuan satu-satunya dari empat bersaudara. Remaja kedua bernama Hilmy. Hilmy merupakan sahabat karib Marcello(saudara kembar Milan) yang ternyata memiliki ketertarikan kepada Milan. 


Hilmy merupakan seorang laki-laki yang memiliki kepribadian unik, yang berbeda dengan laki-laki lain di luar sana yang juga tertarik kepada Milan. Milan cenderung bersikap tertutup dengan selalu membangun tembok yang tinggi untuk setiap lelaki yang ingin mendekatinya.


Mengetahui akan sikap Milan tersebut, Hilmy kemudian banyak melakukan modus tersembunyi ketika mendekati Milan. Hilmy tak ingin Milan tahu secara gamblang bahwa ia sedang mendekatinya. Selain didasari untuk bisa menembus tembok tinggi dibangun Milan, ia juga melakukannya karena yang ia lakukan memiliki gengsi yang tinggi untuk mengakui perasaannya sendiri.


Hilmy dan Milan sering berinteraksi, karena mereka mengambil jurusan yang sama. Hilmy kerap kali memberikan perhatian-perhatian kecil kepada Milan, tetapi ia cenderung tutupi dengan sikap tengilnya. Dengan segala upaya yang sudah Hilmy lakukan, akhirnya Hilmy berhasil membuat Milan jatuh cinta kepadanya.


C. Unsur Intrinsik

  • Gaya Bahasa: Cenderung deskriptif dan introspektif, memungkinkan pembaca untuk merasakan emosi dan pemikiran karakter utamanya. Penulis mungkin menggunakan metafora dan gambaran yang kuat untuk menggambarkan suasana, karakter, dan peristiwa dalam cerita.
  • Amanat: "Manusia adalah seperti air yang mengalir di sungai. Kadang-kadang kita harus menghadapi rintangan dan belokan, namun pada akhirnya, kita akan mencapai tujuan kita dengan kekuatan dan ketabahan yang kita miliki."
  • Tema: Mengisahkan perjalanan hidup seorang pemuda bernama Hilmy dan novel ini juga mengangkat tema yang mendalam dan kompleks seperti pencarian jati diri, perjuangan hidup, dan pencarian makna sejati dalam kehidupan.
  • Alur: Menggunakan alur campuran dengan kombinasi alur maju dan mundur. 
  • Latar: Kota kecil yang penuh dengan nuansa tradisional namun juga dipengaruhi oleh modernitas. Kota ini memiliki suasana yang kental dengan nilai-nilai budaya lokal, namun juga terbuka terhadap pengaruh dari luar. Selain itu, cerita juga bisa berpindah-pindah ke berbagai tempat tergantung pada perjalanan Hilmy, mulai dari desa kecil, kota besar, hingga tempat-tempat eksotis yang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Penokohan:

  • Tokoh utama: Hilmy Milan
  • Tokoh sentral: Marcello
  • Tokoh pembantu: Johnny, Fabio, Sarah, Rifan


D. Unsur Ekstrinsik

  • Latar Belakang Penulis: Nadia Ristivani dikenal suka menuliskan cerita lewat Twitter. Runtutan cerita Hilmy Milan di akun Twitter Nadia Ristivani yang bernama @ijoscripts telah mendapatkan ratusan ribu likes dari para pengguna Twitter. Selain di Twitter, Nadia juga mengunggah ceritanya di Write.as. Hingga saat ini, pengikut akun Twitter Nadia Ristivani telah mencapai 126,6 ribu orang. Viralnya cerita Hilmy Milan ini kemudian membuat penerbit melirik cerita ini sebagai cerita yang potensial untuk dijadikan sebuah novel.
  • Nilai Sosial: Interaksi antara Hilmy dan Milan juga memperlihatkan nilai sosial yang kuat, seperti ketulusan dan kejujuran dalam berinteraksi dengan orang lain. Hilmy tidak segan untuk jujur tentang perasaannya, meskipun harus menghadapi risiko dan malu​.                        
  • Nilai Moral: Hilmy, sebagai tokoh utama, menunjukkan banyak sifat positif seperti perhatian, pengorbanan, dan kesabaran. Dia sering melakukan tindakan kecil namun bermakna untuk Milan, seperti memberi tempat duduk yang nyaman dan melindungi Milan dari hujan. Sikap ini menggambarkan pentingnya empati dan perhatian terhadap orang lain​
  • Nilai Pendidikan: Novel ini juga mengajarkan pembaca tentang mengelola emosi dan hubungan. Milan, yang awalnya bersikap tertutup karena latar belakang keluarganya yang keras, belajar untuk membuka diri dan menerima perhatian dari Hilmy. Ini menunjukkan bagaimana hubungan yang sehat dapat membantu individu tumbuh dan berkembang secara emosional​.
  • Nilai Budaya: Novel ini menyoroti penghargaan terhadap nilai-nilai dan tradisi budaya lokal. Melalui cerita dan karakter-karakternya, pembaca diperkenalkan pada aspek-aspek budaya yang kaya dan beragam, dan juga novel ini mengangkat tema pentingnya menjaga dan mewarisi warisan budaya bagi generasi mendatang, sehingga memperkuat identitas dan keberlanjutan budaya suatu komunitas.


E. Kelebihan

  1. Tokoh menarik : Sosok Hilmy dalam novel ini yang sangat “green flag” membuat banyak remaja wanita yang mendamba-dambakan seorang hilmy di dunia nyata.
  2. Alur menyenangkan : Alur yang tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat membuat pembaca merasa simpel untuk membacanya dan tidak sedikit orang yang mengulang-ulang membaca buku ini.


F. Kekurangan

Penulis buku ini baru terjun dalam dunia novel, sehingga terkadang masih ada Bahasa-bahasa yang tercampur antara Bahasa baku dan Bahasa santai.


Pada awal cerita, beberapa pembaca merasa alur cerita sedikit lambat. Hal ini kemudian menyebabkan pembaca merasa bosan di awal cerita. Namun, mulai pertengahan hingga akhir alurnya menjadi semakin cepat dan enak untuk diikuti.


G. Kesimpulan 

Hilmy Milan adalah buku romansa yang sangat bagus dan simpel. Tokoh tokohnya yang mempunyai karakter menarik membuat novel ini tidak seperti novel biasanya dan novel ini sangat direkomendasikan untuk dibaca


Hilmy Milan sangat direkomendasikan bagi pemuda yang sedang ingin merasakan rasanya jatuh cinta karena novel ini sangat cocok untuk kalangan usia tersebut dan kisah percintaan dalam novel ini sangat menarik.

Komentar